Minggu, 05 Mei 2019 - 06:24:56 WIB

Maruf Amin Mundur ?

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 140 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 05 Mei 2019

 

Seperti biasa sebagai lelaki muslim, Saya selalu berangkat ke masjid yang tidak jauh dari rumah untuk menunai shalat wajib. Malam itu, selepas Isya saya berjalan menuju rumah. Setiap kali ke masjid, hp selalu saya tinggal di rumah di atas meja kerja. Sesampai di rumah, Saya mendapati ada 17 kali miscall dari satu nomor di hp saya. Dan ada 1 buah sms  dari nomor yang sama memberikan pesan yang bertuliskan, “Pak kyai mau berbicara, PENTING… Mohon diangkat”.
 
Belum selesai saya memahami maksud dari pesan singkat itu, tiba-tiba ada telpon masuk kembali dari nomor yang sama dengan yang 17 kali miscall dan sms itu. Tanpa berpikir panjang, telpon masuk itu langsung saya angkat. Terdengar suara seorang lelaki, berkata; “Assalaamualaikum, Mas…!, Ini benar, Mas  E*****..? Adminnya akun Joko For Laughs…?”. Tanpa saya jawab iya atau tidak, Saya langsung balas bertanya, “Ini siapa, mau bicara sama siapa…?”. “Saya Dedi, Mas… ini Pak Kyai mau berbicara” sahut lelaki itu dan langsung memberikan Hp kepada pak kyai yang dimaksud.
 
“Hallo, Assalamualaikum… Saya Kyai Ma’ruf Amin” begitu suara yang saya dengar di ujung telpon. Tanpa basa basi langsung Saya jawab, “Ya… wa’alaikumussalaam, Yai… Ada yang bisa saya bantu, Yai…?”. Dengan nada tersenyum Kyai Ma’ruf Amin langsung menjawab dengan kalimat yang cukup panjang. “Ya… Saya mau jumpa dengan Anda, mau cerita banyak sekali hal dan juga mau meminta pendapat”. “Saya tahu Anda dulu pernah memimpin lembaga KPU ini, saya juga mendengar cerita kalau Anda dulu banyak menyumbang pikiran-pikiran tentang bagaimana melaksanaan pemilu yang benar-benar jujur dan adil”. “Tidak bisa dicurangi, dan sangat mudah mengetahui siapa yang melakukannya bila terjadi kecurangan”. “Sekarang saya mau berjumpa, berdiskusi dan meminta bantuan Anda, bisa kita berjumpa sekarang?” sambung kyai.
 
Saya pun langsung menyatakan siap. “Baiklah saya akan ke tempat Yai dalam waktu 30 menit”.
“Baik saya tunggu, terimakasih” jawab Yai sambil menutup telpon.
 
Sesampai di lokasi yang disebut Kyai Ma’ruf, Saya melihat ada 2 orang yang mendampinginya. Lalu kami bersalaman dan sebagai anak muda sayapun mencium tangan kyai dan dilanjutkan dengan cipika-cipiki. Kami berdua langsung memasuki ruangan seperti sebuah kamar hotel nan cukup mewah dan duduk di dua buah bangku yang berhadapan namun dipisah oleh sebuah meja kaca kecil. Dua orang yang bersama kyia tadi mengambilkan satu mug putih berisi teh dan dua buah cangkir putih bersama tatakan dan sendok kecilnya. Lalu mereka pergi menjauh, sehingga seolah-olah hanya ada kami berdua di ruangan itu.
 
Lalu mulailah Kyai Ma’ruf membuka cerita. Wajahnya tampak sedih seolah-olah menahan sesak di dada. “Sebagai seorang ulama yang dibesarkan oleh ummat, saya tidak bisa menerima semua ini” ucap Kyai Ma’ruf membuka diskusi. Selanjutnya dia berkata, “Saya baru paham mengapa saya dipilih menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo”. “Dari semua daftar calon yang ada, mereka beranggapan saya adalah yang paling lemah, tidak akan mau berontak atau melawan bila mereka melakukan hal yang melanggar hukum”. “Mereka salah, saya ini ulama, yang menjaga ke-iman-an ummat. Dan, sebagai penjaga ke-iman-an ummmat sudah barang tentu saya yang harus menjaga ke-iman-an saya terlebih dahulu”. “Saya yang mengajarkan kepada ummat agar berani mengatakan yang benar itu adalah benar meskipun pahit rasanya, dan tidak pernah takut untuk mengakatakan bahwa yang bathil itu adalah bathil meskipun nyawa taruhannya”.
 
Lalu Kyai Ma’ruf mengutip ayat…
“Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَـٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Artinya: “Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 42)” sambung Ma’ruf.
 
“Kalau mereka bodoh, tiada pengetahuan tentang yang hak tentang ajaran agama. Mungkin bolehlah bisa saja dimaafkan. Tetapi. apabila saya yang melakukan perkara ini adalah saya yang disebut dari kalangan ulama dan cerdik pandai. Maka perbuatan itu adalah perbuatan yang sangat buruk dan jahat” tambah Ma’ruf.
 
Selanjutnya dia menjelaskan kepada saya…
“Saya tahu dan dikasih tahu dari awal, bahwa apapun yang terjadi kita harus menang, Pak Kyai. Seluruh perangkat dan aparat pemerintahan berada di bawah kendali kita. Dan dipastikan semua kerjanya terstruktur dengan rapi dan baik. Tidak hanya itu, seluruh kementrian juga akan turun tangan dan all out dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf”. 
 
“Kementrian Dalam Negeri bersama Kejaksaan Agung dengan dibantu oleh Nasdem sebagai partai politik mendata para kepala daerah yang diindikasi memiliki masalah hukum dan pidana selanjutnya dipaksa untuk menggunakan kekuasaannya agar menggerakkan seluruh ASN untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf agar dosa-dosanya tetap tertutupi”
 
“Kementrian BUMN juga memaksa seluruh karyawan BUMN untuk memilih Jokowi-Ma’ruf serta juga mengalokasikan anggaran diperusahaannya untuk biaya politik memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf”
 
“Banyak lagi, bahkan sangat banyak untuk diceritakan, Mas. Belum lagi sumber-sumber biaya kampanye yang digunakan. Pokoknya sangat mengerikan, Mas”. Tambah Ma’ruf kepada saya.
 
“Sekarang dari Anda… sebagai seorang yang dulu pernah memimpin lembaga KPU ini, juga banyak menyumbang pikiran-pikiran tentang bagaimana melaksanaan pemilu yang benar-benar jujur dan adil. Bagaimana menurut Anda, Mas…” tiba-tiba Kyai Ma’ruf melemparkan pembicaraan diskusi ke saya.
 
Sambil mengkernyitkan dahi, saya pun berkata; “Sangat jauh dari azas pemilu yang diamanatkan oleh Undang-undang, Yai…”. Sayapun menambahkan; “Dari 24 azas pemilu dari masa ke masa sejak Indonesia mengenal Pemilu, semuanya dilanggar oleh pelaksana Pemilu 2019 ini”
 
“Untuk melaksanakan pemilu yang bersih, maka pelaksana itu harus bersifat Mandiri, lalu Jujur, Adil, Memiliki Kepastian Hukum, Tertib, Mendahulukan Kepentingan Umum, Keterbukaan/Transparansi, Proporsionalitas, Profesionalitas, Akuntabilitas, Efisiensi dan Efektivitas, kesemuanya itu dilanggar secara nyata, Yai” sambung saya. “Satu-satunya azas terlaksana pada Pemilu 2019 ini adalah “transparan”, Yai”. “Oh iya…? Apa maksudnya transparan” potong KH Ma’ruf pada saya. “Transparan dan nyata kecuranganmya di mana-mana di setiap pelosok negeri” jawab saya melengkapi. Kyai Ma’ruf tampak sedikit tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala sambil berucap “Astaghfirullaah…”
 
“Coba Yai bayangkan… sampai malam ini tanggal 1 Mei 2019, sudah 2 minggu pemilu usai tak ada 1 orangpun Penyelenggara Pemilu yang secara tegas mengatakan secara detail dan pasti berapa sesungguhnya jumlah Daftar Pemlu Tetap di republik ini pada pemilu 17 April 2019 lalu. Sehingga, kita kita tidak pernah tahu berapa jumlah suara yang akan diperebutkan oleh pasangan calon sehingga dia dikatakan menang. Kita juga tidak pernah tahu berapa jumlah surat suara yang dicetak sehingga kita-pun tahu berapa manusia yang menggunakan hak pilihnya”
 
“Bila kita berebut telur di atas meja makan yang diketahui berjumlah 10, saya dapat 6, Yai dapat 3 dan 1 lagi pecah, maka jelas Saya 66,67% dan Yai dapat 33,33%. Tapi bila jumlah telur pastinya kita tidak pernah tahu, apa yang kita perebutkan. Jangan-jangan Yai sudah bawa telur dari rumah satu kresek. Begitu perhitungan dimulai, pasti Yai menang. Dan itulah yang dimaksud jumlah suara siluman, Yai”. Yai terlihat mendengarkan kalimat saya secara seksama sambil sedikit mengangguk-angguk.
 
“Belum lagi suara suara yang sudah dicoblos untuk 01 sebelum pemilu dimulai, pencoblosan langsung satu paket kepada pasangan 01, penambahan angka perhitungan untuk 01 dan pengurangan untuk 02 pada saat menghitung, dan mengubah angka pada saat memasukkannya dalam perhitungan real di KPU. Semua itu benar-benar “transparan” dilakukan Yai”. “Banyak lagi, bahkan sangat banyak untuk diceritakan, Yai” timpal saya balik.
 
Seperti termenung sejenak KH Ma’ruf melihat tajam kepada saya. Lalu, dia menggeser duduknya agak ke depan dan berkata, “Menurut Anda, apa yang harus saya lakukan…?” Setelah menelan air ludah sayapun menjawab “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan berikanlah kami kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kami yang bathil itu bathil dan berikanlah kami kekuatan untuk menjauhinya.” 
 
Kyai-pun berdiri dan meminta saya untuk membantu mengundang seluruh ulama-ulama yang menjadi pengurus MUI-Pusat, dan berkata “Saya akan mengundurkan diri dari seluruh kebathilan ini, dan minta mereka untuk menenangkan ummat, do’akan saya tetap istiqomah ya, Mas” tambahnya.
 
Dengan sedikit tertatih-tatih saya lihat Kyai Ma’ruf berjalan menjauh dari saya. Dari kejauhan saya melihat dia mengambil sebuah mikrofon seperti akan adzan. Lalu dari suara mikrofon di luar saya mendengar kalimat “ash-Shalâtu Khairun Minan Naum…”
 
Oh… saya tersentak dan terbangun dari tidur. Lalu saya mengucapkan “ALHAMDULILLAAHILLADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAA TANAA WA ILAIHIN NUSYUUR” Artinya: segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati (membangunkan kami dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan.
 
Saya buru-buru membasuh muka dan berwudlu lalu jalan menuju masjid untuk menjalankan shalat Subuh. Di tengah jalan, saya mengingat-ingat kembali mimpi saya tadi, sambil menerka-nerka, apakah KH Ma’ruf Amin akan ditunjukkan oleh Allah Swt kebenaran itu sekaligus diberikan kekuatan untuk mengikutinya juga ditunjukkan tentang kebathilan itu sekaligus diberikan kekuatan untuk menjauhinya? Atau malah sebaliknya. Wallaahu a’lam bisshawab..
 
#copas Joko For Laughs
Catatan imajiner,
Berharap nyata...
 
 
 
FB>Om Ghoz



Print event desk pvc Bekasi
07 Mei 2019 - 09:24:35 WIB

selamat pagi wishnya semoga yang terbaik dan kebaikan selalu memihak aamiin
Print Roll Up Banner Alumunium Depok
08 Mei 2019 - 13:44:14 WIB

Situs Anda selalu memberikan berita yang update, menarik dan bermanfaat
Print x banner Banner Alumunium Depok
10 Mei 2019 - 10:22:15 WIB

Terimakasih atas beritanya pak, Saya Tunggu Berita yang barunya lagi

Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

503415

Pengunjung hari ini : 84
Total pengunjung : 186411
Hits hari ini : 143
Total Hits : 503415
Pengunjung Online : 1
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling