Sabtu, 22 Juni 2019 - 20:04:47 WIB

Perlawanan Sunyi Mujahid

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Internasional - Dibaca: 89 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 22 Juni 2019

 
Seorang kawan bertanya kepada saya, siapa politisi idola saya? Saya jawab saya tak mengidolakan politisi. Apa sebab? Karena orang yang hidup tidak dalam titik nadir adalah orang biasa-biasa saja, Hatta seorang politisi hebat sekalipun masih hidup dengan kenyamanan sosial dan materiil diatas rata-rata kebanyakan orang. Tidak ada yang istimewa.
 
Sementara nama-nama besar dalam catatan sejarah adalah tentang orang-orang yang teguh hingga titik nadir. Memilih untuk hidup menderita karena memegang prinsipnya atau memperjuangkan nasib orang banyak.
 
Antitesa utama dari kemewahan sosial dan materiil adalah jeruji besi, tentu tanpa sebuah tindakan kriminal dan pidana, alias tahanan politik, dipenjara karena melawan penguasa. Nelson Mandela dipenjara, Soekarno dipenjara, Tan Malaka dipenjara, Pram dipenjara, Hamka dipenjara.
 
Mungkin kita akan menganggap beruntung yang kemudian bebas, tapi bisa jadi lebih beruntung ia yang hingga akhir hayatnya mati dalam titik nadir, bagi saya kematian dalam titik nadir karena memegang prinsip adalah kematian yang mulia. Karena hingga mati ia tak tersentuh hipokritnya dunia, dalam kesenangan dan kemewahan pribadi semata.
 
Adalah Mursi, nama baru yang akan dicatat sejarah sebagai orang yang mati mulia. Ia berprinsip tak mengakui Pemerintahan yang terbentuk karena mengkudeta hasil pemilu yang sah. Andai ia mau mengangguk barang sekali, mungkin kebebasan akan dirasakannya sambil menikmati hari tua. 
 
Kalau dalam pandangan kebanyakan orang, Toh apa lagi yang harus Mursi perjuangkan? Organisasi sudah bubar centang perenang, aktivisnya ditangkapi dan lari keluar negeri. Sudah tak ada harapan bagi Ikhwanul Muslimin di Mesir, ia sudah game over. 
 
Tapi memang Mursi tak sedang membela Ikhwanul Muslimin, ia sudah tak punya daya dan upaya, yang masih bisa ia bela tinggallah suara rakyat yang memilihnya, meski mungkin para pemilihnya bisa jadi sudah melupakannya. 
 
Bersenjatakan tubuhnya yang renta, ia lakukan perlawanan Sunyi, dengan mengorbankan satu demi satu organ tubuhnya digerogoti penyakit dalam penjara, ia tukar dengan prinsip bahwa kekuasaan As Sisi tidaklah sah dan pilihan rakyat harus dibela.
 
Diabetesnya terus menggila, sebelah matanya hampir buta entah kenapa, paru-parunya meradang akibat dinginnya penjara, jantungnya berdebar-debar akibat hipoglikemia, mulut dan rahangnya terluka.
 
Selama 7 tahun, Ia melawan hingga titik nadir, sampai tumbang, hingga raga kakek berwajah teduh itu tak lagi mampu lagi jadi senjata terakhir perlawanannya. Nahas, kalau dilihat dari kacamata materil. Hina, kalau dipandang dari perspektif penguasa. Menyedihkan kalau ditatap dari kacamata awam. 
 
Tapi Mursi sudah menang, ia jauh lebih mulia dari penguasa yang ia lawan. Tanpa angkat senjata, As Sisi sudah kalah. Martabat Mursi melambung tinggi seperti jiwanya yang kini merdeka menghadap Rabbnya, sementara harga diri As Sisi jatuh karena dzalim membunuh seorang Kakek renta.
 
Selamat jalan kakek berwajah teduh, dada jutaan orang kini telah kau buat membara, akibat perlawanan sunyimu dalam dinginnya penjara. Panjang Umur Perlawanan! Pendek Umur Kedzaliman!
 
 
 
 
 
The Choppas



genset 5 kva di bali
24 Juni 2019 - 09:18:48 WIB

website ini mempunyai banyak sekali informasi menarik, terus update gan
supplier genset 20 kva di balikpapan
24 Juni 2019 - 09:57:35 WIB

selamat pagi wishnya semoga yang terbaik dan kebaikan selalu memihak aamiin
genset 7 kva di bali
24 Juni 2019 - 10:20:16 WIB

informasi ini sangat bagus sekali terimakasih telah berbagi, terus update
genset 10 kva di makassar
24 Juni 2019 - 14:05:19 WIB

jarang sekali ada web site yang meyediakan artikel semenarik ini

Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

582733

Pengunjung hari ini : 294
Total pengunjung : 201746
Hits hari ini : 2277
Total Hits : 582733
Pengunjung Online : 5
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling