Minggu, 07 Juli 2019 - 06:18:50 WIB

Tape Kuningan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: SosBud & Indonesiana - Dibaca: 25 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 07 Juli 2019

 

Beberapa waktu yang lalu saya dan istri ke Kota Kuningan, Jawa Barat untukm ustau acara. Nah, ketika pulang diberi oleh-oleh satu ember kecil tape  (bahasa setempat, Bahasa Sunda "peuyeum") ketan. 
 
Tape ini dibungkus kecil-kecil dengan daun jambu air. Konon daun jambu ini "diimpor" dari daerah lain di Jawa Tengah, karena di daerah Kuningan dan sekitarnya sudah "kehabisan" daun jambu air. Saking banyaknya produksi tape ketan yang khas Kuningan dan laris manis dijual, baik Kota Kuningan sendiri mapun di kota sekitarnya, misalnya Cirebon. Tentu sebagai oleh-oleh khas Kuningan.
 
Sesampai di rumah, saya buka satu bungkus tape dan saya makan, ternyata masih belum jadi. Alhasil rasanya seperti makan nasi ketan saja. Tapi tak mengapa, dari situ saya jadi tahu, ternyata nasi ketan  sebagai bahan tape ketan itu rasanya "pulen", bukan "keras" seperti pasir. Berarti memasaknya dengan cukup banyak air. 
 
Tape itu memang masih mentah ketika dijual dan akan matang dalam beberapa hari. Di bungkusnya sudah ditulis, tape akan masak pada hari apa, tanggal berapa.
 
Beberapa hari kemudian, tape sudah matang. Rasanya? Maknyussss. Manis dan banyak airnya. Nah, agar tahan lama, tape yang sudah matang itu lalu dimasukkan ke kulkas. 
 
Oh ya, Anda jangan salah ya, kalau mempunyai tape yang belum matang, jangan dimasukka ke kulkas, bakalan tape tidak akan jadi tape.
 
Bagaimana caranya membuat tape ketan khas Kuningan? Di bawah ini saya sertakan resep dari internet. Tapi ya belum dicoba.
 
Bahan-Bahan
• 1/2 kg beras ketan putih
• 1 lt air
• 400 ml air panas
• 5 sdm gula pasir
• 2 sdm pasta pandan
• Ragi secukupnya
• Daun katuk secukupnya
• Lengkuas secukupnya
• Daun jambu air untuk membungkus
 
Cara Pembuatan
• Cuci bersih beras ketan, kemudian rendam dalam campuran 1 lt air dan pasta pandan selama satu malam.
• Tiriskan beras ketan, lalu kukus sampai meletup-letup.
• Siramkan air panas ke atas beras ketan, aduk hingga merata, lalu kukus kembali.
• Angkat dan dinginkan beras ketan, kemudian uleni sampai ketan agak halus.
• Tambahkan campuran lengkuas dan daun katuk, aduk sampai merata.
• Tuangkan adonan ketan ke atas sebuah wadah atau permukaaan datar, taburkan ragi dan gula pasir tipis-tipis diatasnya, kemudian balik adonan dan taburi kembali dengan ragi.
• Ambil 2-3 sdm adonan ketan, bungkus dengan daun jambu air yang sudah dikukus
• Simpan dalam wadah tertutup dan diamkan selama 2-3 hari.
• Setelah proses fermentasi, peuyeum siap untuk disantap.
 
Anda mau mencoba (membeli atau membuat)? Cobalah  . . . . .
 
 
 
 
 
 
FB>Widrto KS
 
 
 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

458165

Pengunjung hari ini : 198
Total pengunjung : 170863
Hits hari ini : 551
Total Hits : 458165
Pengunjung Online : 2
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling