Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:31:20 WIB

Listrik Dalam Krisis

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 72 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 13 Agustus 2019

 

Krisis
 
Matinya ikan peliharaan menjadi topik hangat saat listrik mati berjam-jam. Jagat dunia maya  dipenuhi dengan kekecewaan, umpatan, sumpah serapah, bahkan kutukan pada perusahan listrik negara yang menyebabkan ikan kesayangan mati kehabisan oksigen. Foto-foto ikan yang mati pun memenuhi  laman medsos. PLN dianggap sebagai biangkeroknya. 
 
Merawat ikan kesayangan memang banyak tantangannya. Selain faktor makanan, kejernihan air, suhu yang terkontrol, tingkat kesadahan yang terjaga, ph yang stabil,  dan suplai oksigen yang konstan adalah beberapa soal yang perlu mendapat perhatian. Sebagai perawat Ikan hias, istri saya tahu betul kerumitannya. 
 
Seperti mengurus sebuah bisnis, merawat Ikan hias butuh memperhatikan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor yang bisa kita kendalikan, dan faktor yang diluar kendali kita. Untuk faktor yang diluar kendali, kita mesti mempersiapkan jaring pengamanannya. Mempersiapkan alternatif pengamanan saat situasi diluar kendali. Saat pasokan listrik dari PLN mati, istri saya menyiasatinya dengan  aerotor yang digerakan baterai. Suplai oksigen pun menjadi terjaga. Dan ikan kesayangan pun terselamatkan.
 
Jika matinya listrik adalah krisis dalam merawat ikan hias, maka kemajuan teknologi dan perubahan prilaku konsumen bisa dinggap sebagai kondisi krisis dalam bisnis. Sejatinya pebisnis perlu berjaga-jaga supaya situasi distruptif ini tidak membunuh bisnisnya. Mengutuk kemajukan teknologi dan perubahan prilaku konsumen jelas-jelas sikap yang perlu dihindari. Dua faktor itu, sejatinya contoh faktor yang tidak bisa dikendalikan. Kita hanya perlu menyiasatinya secara tepat. Sama seperti merawat ikan hias, tanpa kesigapan beradaptasi bisnis bisa lewat. 
 
Jika mengambil perumpamaam dari aksara cina. Krisis itu disebut wei ji. Kata yang dibentuk dua frasa itu bermakna wei atau resiko dan ji yang berarti peluang atau kesempatan. Krisis bisa dimaknai sebagai sebuah bahaya, tetapi bisa dianggap sebagai peluang. Dan ini perkara sudut pandang. Memadang krisis melulu dari sisi resiko jelas-jelas menimbulkan ketakutan, kekhawatiran, dan ketidakberdayaan. Namun, saat krisis dimaknai sebagai peluang, maka kesempatan baru terbuka. Mungkin inilah yang dimaknai oleh sebuah pepatah: saat satu pintu tertutup, maka pintu lain terbuka. Salam. #catatanHK, ngacapruk pagi.
 
 
 
 
 
FB>Hikmat Kurnia



Seragam Kerja Kantor
13 Agustus 2019 - 10:39:04 WIB

Terimakasih atas informasi artikelnya menarik sekali
Seragam Kerja Pabrik
15 Agustus 2019 - 08:45:57 WIB

artikelnya sudah bagus, di tunggu update terbarunya terimakasih
seragam kerja Pabrik Berkualitas
16 Agustus 2019 - 10:56:50 WIB

artikelnya sudah bagus, di tunggu update terbarunya terimakasih
Buat Seragam Perusahaan Kerja
19 Agustus 2019 - 14:34:46 WIB

saya berterimakasih karena website ini selalu memberikan hal menarik kepada kami

Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

549250

Pengunjung hari ini : 66
Total pengunjung : 195799
Hits hari ini : 100
Total Hits : 549250
Pengunjung Online : 4
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling