Sabtu, 31 Agustus 2019 - 07:17:01 WIB

Kumpul Kebo !

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama & Kepercayaan - Dibaca: 658 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 31 Agustus 2019

 

DISERTASI ABDUL AZIS TERPEDAYA KESESATAN PEMIKIRAN SYAHRUR  
 
Disertasi Abdul Azis, UIN Sunankalijaga, Yogyakarta, yang mengaktualkan kembali pemikiran sesat Muhamad Syahrur tentang Milk al- Yamin, bahwa seks di luar nikah boleh, mengundang kontroversi. Konsep milk al-yamin, tidak beda dengan kawin muth'ah gaya Syiah.
 
Siapa Muhammad Syahrur, yang membuat banyak intelektual muslim terpedaya? Ia seorang intelektual Marxis berasal dari Syria, menulis buku berjudul “Al-Kitab wal Qur’an”. Dalam buku tersebut, Syahrur membedakan antara Alkitab dengan Al-Qur’an.
 
“Alkitab adalah teks yang diterima oleh Muhammad dari Tuhannya. Sedangkan Al-Qur’an adalah hasil pemahaman Muhammad atas teks yang diterima dari Tuhannya, lalu diungkapkan dalam bahasa manusia, atau bahasa Arab yang seluruh kumpulannya disebut Al-Qur’an,” tulis Syahrur.
 
Pernyataan Syahrur bahwa, “Alkitab adalah teks yang diterima dari Tuhannya. Sedangkan Al-Qur’an adalah hasil pemahaman Muhammad atas teks yang diterima dari Tuhannya” ditanggapi oleh Ustadz Muhammad Thalib, mutarjim Al-Qur’an Tarjamah Tafsiriyah.
 
“Pernyataan Syahrur, jelas menunjukkan kekacauan berfikir. Ia memaknai kata Alkitab dan Al-Qur’an dengan pengertian safsathah, semaunya sendiri”, kata Muhammad Thalib.
 
“Lalu, manakah di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang dikategorikan sebagai Alkitab (teks yang diterima Muhammad dari Tuhan) dan mana pula yang termasuk Al-Qur’an (pemahaman Muhammad terhadap teks)?”
 
“Sementara, Al-Qur’an sendiri menyebutkan kata az-Zikr sebagai padanan dari Al-Qur’an, __Inna nahnu nazzalnaz zikra_.... (Qs. Al-Hijr [15] : 9).
 
“Mengapa kata az-Zikr tidak dibahas oleh Syahrur dalam bukunya?” kritik Muhammad Thalib.
 
Di Indonesia, kaum liberal menerima pendapat Syahrur ini tanpa reserve. Salah seorang yang sependapat dengan Syahrur adalah Prof. Dr. Amin Abdullah, mantan rektor IAIN, Yogyakarta.
 
Dalam bedah buku, “Tafsir Tematik, Hubungan Sosial Muslim-Non Muslim,” pada 7 Oktober 2007, di Gedung Persaudaraan Djama’ah Haji Indonesia (PDHI) Jogjakarta, Amin Abdullah menyatakan, bahwa Al-Qur’an itu asal maknanya bacaan. Karena itu Al-Qur’an ini sifathya fleksibel, sehingga setiap zaman bisa berbeda-beda dalam mengapresiasi Al-Qur’an.
 
Ketika ditanyakan oleh Muhammad Thalib, “Jika dikatakan Al-Qur’an itu sekedar bacaan, surat kabar kompas atau KR, bacaan juga. Apakah anda berani mengatakan bahwa Harian Kompas dan KR itu Qur’an berdasarkan omongan tadi?”
 
Amin tidak menjawab. Karena pernyataan itu hanya muncul dalam kekacauan berfikir, yang oleh ahli mantiq disebut pemikiran syafsathah, yaitu menggunakan suatu kata yang telah memiliki makna baku menurut persepsinya sendiri.
 
“Jika cara atau methode yang anda pakai ini dikembangkan ke bidang-bidang pengetahuan matematika. Misalnya, apakah anda bisa menerima bahwa kata Tiga sebagai lambang bagi angka tertentu dimaknai sepuluh atau tiga belas, atau jumlah lain sesuka yang ngomong?” tanya Thalib tanpa ada jawaban. 
 
(Irfan S. Awwas, Buku HUMOR DEBAT, hal. 134-136, 2018)
 
 
 
 
 
 
FB>Muhammad Bachroni




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

863633

Pengunjung hari ini : 164
Total pengunjung : 210709
Hits hari ini : 2079
Total Hits : 863633
Pengunjung Online : 3
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling