Sabtu, 07 September 2019 - 06:09:54 WIB

Parameter Miskin

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 11 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 07 Agustus 2019

 

Parameter kemiskinan bukanlah sebuah kebijakan politik. Karena kemiskinan itu adalah kenyataan.
 
Islam memiliki kategori "fakir" dan "miskin" di antara 8 asnaf yang mustahik atas zakat, lengkap dengan ciri-cirinya. Bukan angka patokan spekulatif seperti penghasilan di bawah Rp 400.000 per bulan, kemudian direvisi jadi Rp 500.000 per bulan, dan seterusnya.
 
Dengan parameter syor tak syor begini, seorang sahabat di Yogyakarta mengatakan, seluruh pengemis dan gelandangan di Yogyakarta tidak miskin. Artinya, pembangunan berhasil.
 
Jangan ketawa dulu!
 
Terus, dalam situasi macam ini, siapa yang miskin? Mereka ialah para konglomerat yang menaiki Ferrari dengan catatan kekayaan Rp 8 triliun, dan utang Rp 9 triliun. Mereka terus menggunakan harta kita di perbankan, dan terus merasa kekurangan. Orang-orang inilah asnaf dari golongan yang terlilit utang. Merekalah, dengan para pejabat yang mereka pelihara, yang membuat bangsa kita sebagai mustahik nasional.
 
Ini belum cerita seluruhnya...
 
Kemudian mereka memindahkan utangnya pada kita. Namanya "utang publik" atau public debt. Utang ini diciptakan antara lain melalui proyek-proyek nasional yang dikerjakan dan dimenangkan para konglomerat tadi. Mereka pakai cadangan uang rakyat di bank, atau mengeluarkan obligasi dengan jaminan kepala kita. Setelah itu mereka tarik pajak demi pajak dari setiap transaksi kita di pasar, dari penghasilan buruh yang dipotong, dari hadiah, dari pupuk petani, dari tabung gas oksigen yang dihirup orang-orang sekarat di rumah sakit, dan dari orang yang sehat maupun sakit. Pada akhirnya juga dari orang mati yang dimakamkan di kuburan mewah di Jakarta. Atau orang mati yang konon akan ditarik pajak warisannya sebelum dibagikan pada anak-anaknya.
 
Pajak-pajak ini akan beranak pinak mengikuti utang yang makin bengkak. Dan para penikmat utang itu, yaitu para konglomerat dan pejabat peliharaannya, memagar rumahnya tinggi-tinggi agar mereka tidak terlihat. Tapi mereka makin terlihat jelas. Semakin hari semakin jelas.
 
Sebenarnya cerita fiksi ini belum selesai. Tapi izinkan saya mandi dulu dengan air PDAM Tirtanadi yang juga sudah dipajak.
 
Jumuah Mubarak.
 
:)
 
 
 
 
FB>Tikwan Raya Siregar




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

503409

Pengunjung hari ini : 84
Total pengunjung : 186411
Hits hari ini : 137
Total Hits : 503409
Pengunjung Online : 1
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling