Senin, 09 September 2019 - 12:59:10 WIB

Mobil Nasional ?

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 52 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 09 September 2019

 

MANIPULASI ESEMKA
 
by M Rizal Fadillah
 
Peresmian mobil Esemka di Boyolali dikritisi. Bukan tidak suka atau gembira memiliki industri otomotif akan tetapi kejujuran atau transparansi produk diragukan. Dicitrakan Esemka ini adalah mobil yang dahulu di banggakan sebagai mobil nasional saat Jokowi menjadi Walikota Solo. Hasil kreasi dan kerja anak anak SMK. Namun nyatanya berbeda. Yang disebut pabrik tak lain hanya perakitan saja. Chasis dan blok mesin impor dari China. Tak ubah hanya bebenah "knock down" karoseri. Diakui oleh sang Dirut ini bukan mobil nasional. Type mobil tak beda dengan mobil produk negara China. 
 
Masyarakat rasanya bosan melihat gaya kepemimpinan negara yang berorientasi pencitraan dan manipulatif. Selalu dianggap mudah untuk ditipu tipu. Inilah wajah kepemimpinan nasional yang memprihatinkan. Mobil Cina Changan Star Truck mirip betul dengan mobil esemka Bima. Jadi terkesan rebadge saja. Kita malu oleh negara seperti Malaysia yang konsisten dengan mobnas nya. Kita juga dahulu telah merintis mobnas tapi yaitu dengan pergantian pemerintahan berganti pula program sehingga tidak berlanjut. Awalnya Esemka akan muncul, namun tenggelam. Kini diresmikan pak Jokowi tapi ini bukan rintisan awal melainkan sekedar nama SMK sebagai singkatan dari PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Produk mobil sangat berbau China.
 
Tiga kali kita harus menutup muka. Pertama, malu mengaku hebat dan bangga memiliki industri otomotif nasional, nyatanya hanya industri assembling. Kedua, yang di "bandage" adalah produk Cina yang dikenal berkualitas rendah. HP Cina, Motor Cina, dan kini Mobil Cina tentu juga bercitra rasa rendah. Mana mau Presiden dan Menteri pakai mobil buatan Cina. Ketiga, Esemka dulu pergi tak permisi, kini datang  tanpa diundang. Diresmikan Presiden dengan dasar pencitraan. Kebanggaan hanya basa basi untuk menutupi kelemahan. 
 
Pak Jokowi rupanya memang salah langkah karena nyatanya infrastruktur tidak membawa makmur, manufaktur tidak mengurangi penganggur, kepura puraan menjadi kultur, dan akhirnya kewibawaanpun luntur. Sebelum dilantik sudah babak belur. 
 
Revolusi mental harus benar mengubah mental. Karakter yang gemar memimpin dengan  pencitraan dan manipulatif mesti diubah secara revolusioner.  Menjadi lebih  jujur, sederhana dan apa adanya. Bukan sebaliknya yang memang  tidak ada apa apanya dibangun citra seperti apa apa nya ada. Membohongi orang lain sama saja dengan membohongi diri sendiri. Dan celakanya orang lain tahu bahwa diri itu sedang berbohong. 
 
Mobil Esemka yang kini diproduksi PT SMK dan segera dipasarkan sebaiknya diakui saja rakitan. Bukan mobil nasional, bagian dasarnya impor dari Cina, serta bukan pula Esemka yang asli sebagaimana dahulu dikampanyekan Pak Jokowi saat menjadi Walikota Solo. Publik akan memaklumi dan menghargai keadaan tersebut. Bila berangkat dari pencitraan dan manipulasi, sudah dipastikan mobil Esemka esok akan jadi barang rongsokan yang tak laku dijual di pasaran. Pasar juga akan menyebut itu sebagai mobil mobilan.  
 
*) Pemerhati Politik
 
Bandung, 8 September 2019
 
 
 
Gambar Ilustrasi:
 
 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

582630

Pengunjung hari ini : 282
Total pengunjung : 201734
Hits hari ini : 2174
Total Hits : 582630
Pengunjung Online : 7
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling