Selasa, 08 Oktober 2019 - 05:48:45 WIB

Buzzer Istana

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 97 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 08 Oktober 2019

 

 

Saat Pilkada DKI lalu saya sering membahas tentang buzzer-buzzer penguasa. Sayangnya akun saya yg lama kandas sehingga tulisan-tulisan saya pun ikut raib. 
 
Minggu ini Tempo menurunkan berita bertajuk ‘Saatnya Menertibkan Buzzer Jokowi.’ Sudah beberapa minggu ini Tempo kembali sehat’, topik-topiknya menggigit. Meski media ini tempo-tempo sehat, tempo-tempo masuk angin hehehe... semoga kali ini sehat terus ya...😁
 
Tempo menuliskan bahwa keberadaan buzzer-buzzer Jokowi membahayakan demokrasi. Mereka memproduksi kabar bohong yang didengungkan di media sosial untuk mempengaruhi opini publik. Dan fatalnya para pendukung Jokowi banyak yang menelan mentah-mentah semua informasi yg diciptakan para buzzer itu. 
 
Ironisnya para buzzer itu dipelihara dan difasilitasi Istana. Mereka kerap kali diundang dan dijamu di Istana. Istana yang seharusnya menjadi pusat komunikasi publik yang berfungsi utk mendiseminasikan dan mengedukasi publik, malah berfungsi sebagai pusat hoax nasional. 
 
Dua peneliti Oxford, Samantha Bredshaw  dan Philip N Howard mengkaji aktifitas para buzzer Jokowi dalam laporan bertajuk The Global Disinformation Order, 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation.
 
Buzzer-buzzer politik dikerahkan dan dibiayai oleh parpol untuk memanipulasi opini publik. Dalam laporan itu dibeberkan bahwa politikus, partai-partai politik, dan kontraktor swasta di Indonesia menggunakan buzzer untuk menyebarkan propaganda pro pemerintah/partai, menyerang lawan politik, dan menyebarkan informasi untuk memecah-belah publik.
 
Saya jadi teringat eks mahasiswa saya yang pernah bekerja menjadi buzzer pemerintah. Saya mengingatkannya, percuma anda sekolah PR, ilmu yg kamu pelajari di kampus sia-sia bila pekerjaanmu hanya memanipulasi kesadaran publik. Saya sebagai dosen anda malu mengetahui itu. Carilah pekerjaan yang lebih bermartabat dan bangunlah reputasi personal yang baik. Mahasiswa saya hanya terdiam saat saya ingatkan seperti itu.
 
Tanpa media dan para buzzer Jokowi tak berarti apa-apa. Mereka lah yang memolesnya menjadi sosok yang hebat, mereka juga yang menutupi semua kelemahannya. 
Dan celakanya begitu banyak para pendukungnya yang percaya dan termakan dengan semua isu/informasi yang didengungkan para buzzer plus diperkuat dgn agenda setting media. Bahkan untuk kalangan terdidik pun, mereka percaya dgn informasi yg diproduksi Seword, Katakita, dll. Referensinya Denny Siregar, Abu Janda... tidak sayang dgn titel ya.. hehehe... gelar akademis tinggi referensinya hoax.
 
Yang lebih lucu lagi pemerintah terus berkampanye dan memerangi hoax tapi pada saat yang sama mereka melindungi dan memfasilitasi para produsen hoax... hehehe jeruk kok makan jeruk.
 
Media dan para buzzer itu tidak berpikir atas efek yang ditimbulkan. Akibatnya menumpulkan daya kritis publik, mereka cenderung emosional bila merespon informasi yg tidak sesuai dengan persepsi mereka, sikapnya kasar dan berani menggertak dan mencaci siapa saja yang mengkritisi Jokowi, lebih parah dari itu selama lima tahun ini mereka terus berhalusinasi dengan keberhasilan-keberhasilan semu yg diciptakan media dan para buzzer. 
 
Realitas ini sungguh menyedihkan, demi kekuasaan dan kepentingan politik,
mentalitas publik dirusak sedemikian rupa. Mereka juga yang menciptakan kegaduhan di ruang publik selama ini. Publik kita pun manjadi terpecah belah. 
 
Sekarang kakak pembina mendadak sadar, menyatakan para buzzer merusak demokrasi dan kehadirannya sudah tidak diperlukan lagi. Habis manis sepah dibuang. Bagaimanakah nasib para buzzer selanjutnya? Mari kita cermati...
 
 
 
 
 
Tabik,
 
FB>Dian Umar
 



distributor genset open bergaransi
08 Oktober 2019 - 10:05:08 WIB

website ini mempunyai banyak sekali informasi menarik, terus update gan
distributor genset 5 kva
08 Oktober 2019 - 10:41:38 WIB

selamat pagi wishnya semoga yang terbaik dan kebaikan selalu memihak aamiin
distributor genset 7 kva
08 Oktober 2019 - 15:16:52 WIB

Terimakasih atas beritanya pak, Saya Tunggu Berita yang barunya lagi
tempat cetak brosur
10 Oktober 2019 - 15:11:12 WIB

infonya sangat menarik bos
cetak sticker di Semarang
16 Oktober 2019 - 10:01:04 WIB

pertamax gan terimakasih untuk infonya
cetak poster
17 Oktober 2019 - 09:00:40 WIB

terima kasih infonya !!!
tempat cetak banner di Semarang
18 Oktober 2019 - 10:25:08 WIB

ditunggu update selanjutnya

Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

549276

Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 195810
Hits hari ini : 126
Total Hits : 549276
Pengunjung Online : 2
Menurut Pendapat Anda, Pemilu 2019 ?

Lihat Hasil Poling