Senin, 23 Desember 2019 - 05:31:49 WIB

Tawaran Politik

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 65 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 23 Desember 2019

 

2019. Ini semua peristiwa yang saya alami. Bukan kisah orang lain.
 
                               ***
 
Selepas bebas dari Penjara Cipinang, seorang perwira tinggi diutus menemui saya. Awalnya saya tak merespon. Tapi karena beberapa kali menghubungi, dan juga berkomunikasi via teman di Kantor Polhukam, saya merasa wajib menemuinya. Itulah adab. 
 
Kami bertemu di retoran China di Hotel Sultan. Saat saya datang, Pak Jenderal sudah tiba terlebih dulu. Dia berdiri, menyambut saya dengan hangat. Cipika-cipiki. Kami duduk di meja bundar yang di tengahnya bisa diputar. Kami memesan makanan favorit. Tapi karena sudah malam, saya tak terlalu banyak makan. 
 
"Kang Ardi lebih baik bisnis. Silakan bisnis apa saja. Kami akan support sepenuhnya. Saya akan jadi PIC-nya," ujar Pak Jenderal. Saya menghaturkan terima kasih. Sebagai sopan-santun, saya tak menyampaikan penolakan, atau penerimaan atas tawaran itu. Tapi Beliau cukup cerdas memahami sikap saya. Malam itu kami berpisah tanpa ada kesepakatan apapun.
 
                                    ***
 
Seorang senior mengatakan ada Menteri yang ingin bertemu. Saya tentu tak menolaknya. Pertemuan dilakukan di rumah senior itu di Jalan Kemang Selatan VIII. Kali ini saya sampai terlebih dulu. Setengah jam kemudian Pak Menteri tiba. Kami bertemu di ruang besar, di lantai tiga. "Mas Ardi gabung dengan kami ya. Nanti saya yang bilang ke Presiden Jokowi," ujar Pak Menteri. Saya pun mengucapkan terima kasih, sekaligus permohonan maaf karena tak bisa menerima tawaran itu.
 
                                       ***
 
Lewat seorang sahabat, saya bertemu (kembali) dengan Pak Luhut Binsar Panjaitan. Kami diagendakan bertemu di kantornya, di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Saat tiba di parkir gedung, petugas sudah tahu nomor plat mobil saya. Pun ketika akan naik ke ruangan beliau melalui lift. Rupanya penjagaan di kantor Pak Luhut sangat ketat. Tak ada kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan itu. Kami akhiri dengan berjabat tangan, kemudian berfoto berdua. Putra [almarhum] Jenderal Ahmad Yani, yang menemani saya, memotret dengan HP untuk mengabadikan silaturahim yang baik itu. Saya tetap menghormati Pak Luhut.
 
 
 
 
 
 
FB>Setiyardi Reborn
 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

947602

Pengunjung hari ini : 22
Total pengunjung : 223776
Hits hari ini : 74
Total Hits : 947602
Pengunjung Online : 2
Setujukah Anda bila Jokowi menjabat 3 periode ?

Lihat Hasil Poling