Rabu, 01 Januari 2020 - 09:57:19 WIB

Banjir dan Pengerukan Kali

Diposting oleh : Administrator
Kategori: SosBud & Indonesiana - Dibaca: 59 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 01 Januari 2020

 

-- artikel pertama di awal tahun 2020

 

Jakarta yang terletak di dataran rendah, sejak zaman Kerajaan Tarumanegara sering dilanda banjir.   Peristiwa yang terjadi 15 abad lalu itu sempat terekam dalam Prasasti Tugu di Jakut yang kini disimpan di Museum Sejarah Jakarta.     Raja Purnawarman yang memimpin kerajaan ini, pernah menggali Kali Chandrabagha (Bekasi) dan Kali Gomati (Kali Mati di Tangerang) sepanjang 12 km untuk mengatasi banjir. 
 
Untuk menyukseskan proyek tersebut Sang Raja memotong seribu ekor sapi.    Para sejarawan kemudian membuat perkiraan, bila satu ekor sapi dimakan 100 orang, maka penduduk yang ada di sekitar kawasan ini 15 abad lalu sudah ratusan ribu jiwa.   Ketika melakukan penggalian tersebut, kebijakan permukiman disusun berdasarkan prinsip keseimbangan ekologi. Karena itu, rawa-rawa di pedalaman boleh diuruk untuk permukiman. Tapi, Sang Raja melarang rakyat menguruk rawa-rawa di pantai, karena merupakan kawasan resapan air. 
 
 
☆☆☆
 
lithografi :  Banjir "pinggiran" Betawi akhir abad 19 (kemungkinan lokasi sekarang Jakarta Pusat)
 
 
 
 
 
 
Kartini Alexander - FB
 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

947573

Pengunjung hari ini : 19
Total pengunjung : 223773
Hits hari ini : 45
Total Hits : 947573
Pengunjung Online : 2
Setujukah Anda bila Jokowi menjabat 3 periode ?

Lihat Hasil Poling