Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:21:09 WIB

Covid dan Realita Lapangan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Editorial - Dibaca: 131 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 15 Agustusi 2020

 

Tulisan yg lagi viral ..
 
Bro...
 
Kami yang awam ini bukan tak percaya adanya virus corona, jangankan virus yang masih se-alam, sama-sama alam fisika, malaikat dengan jin yang beda alam pun kami percaya, padahal alam mereka metafisika
 
Sehalus-halusnya virus masih ada mikroskop untuk meneliti, tapi jin belum ada alat untuk deteksi selain Al Qur'an Al Karim dngan metode RUQYAH Syar'iyyah
 
Bukan pula kami curiga kepada paramedis yang mati-matian sampai dengan mati benaran berjibaku menyelamatkan pasien corona, karena kami sangat yakin tak ada kontraktor yang suka rela terima proyek membersihkan gigi buaya, kecuali buaya darat
 
Kami hanya tak percaya dengan kebijakan pemimpin negri ini dalam menghadapi pandemi
 
Bayangkan...
 
Saat virus ini dimulai dari cina, sampai hari ini "bangsatwan" dari negeri tersebut bebas keluar masuk, bahkan diberi fasilitas istimewa
 
Ketika semua negara menutup pelabuhan dan bandara, pemimpin negri ini malah sibuk promosi pariwisata. Saat negara lain fokus menyelamatkan nyawa, pemerintah Republik ini sibuk menyelamatkan devisa
 
WHO telah umumkan anti virusnya belum ada, seharusnya antibodi menjadi tumpuan. Tapi pemerintah secara sistematis menggerus imunitas tubuh dengan pemberitaan korban corona terus menerus. 
 
Seharusnya ruang ibadah, ruang belajar, ruang kerja dan ruang sosial menjadi tempat mengecas imun, tapi semua ditutup agar kita fokus menahan serangan virus tanpa tameng tanpa senjata
 
Refocusing anggaran dimana-mana, pegawai yang seharusnya kerja, sekarang hanya melamun saja. Proyek yang menyerap tenaga kerja terhenti dan ekonomi pun merana. Rakyat disubsidi dengan dana desa, warga menumpuk menanti jatahnya
 
Kenapa tidak dibuka lahan tani, kebun dan ternak seluas-luasnya, agar masyarakat bisa beraktivitas dan melupakan corona. Pastikan hasil usaha mereka diserap pasar, atau dibeli oleh pemerintah dg anggaran corona walaupun untuk "dibuang" semua
 
Sekurang-kurangnya, badan mereka sehat karena keringat mengucur, jiwa mereka kuat karena ada harapan yang menggiur
 
Biarkan mereka tetap belajar agar masa depan mereka makmur, aktifkan ruang-ruang sosial agar mereka terhibur, dorong mereka beribadat, Kalaupun mati karena corona minimal selamat di dalam kubur
 
Kawan-kawan paramedis, kuatlah... kami tidak melawan anda, kami hanya melawan kebijakan yang salah kaprah, yang setiap hari terus berubah, bukan hanya kebijakan, bahkan termasuk istilah
 
Dan...
 
Mohon dijelaskan, pasien positif corona yang sudah sembuh, sembuh karena obat ataukah sembuh dengan sendirinya...?
 
Kalau sembuh dengan obat, apa nama obatnya...?
 
Kalau sembuh dengan sendirinya, untuk apa buang-buang waktu, tenaga, biaya bahkan nyawa...?
 
Kalau yang meninggal disebabkan karena penyakit penyerta, kenapa sibuk mengurus orang yang tanpa gejala...?
 
Wahai akal sehat pulang lah kembali ke Indonesia, bila tidak pergi lah selamanya...
 
Karena saudara kami yang mengalami gangguan jiwa, sampai hari ini baik-baik saja
 
By: ustadz Masrul Aidi




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

1627391

Pengunjung hari ini : 405
Total pengunjung : 315341
Hits hari ini : 1374
Total Hits : 1627391
Pengunjung Online : 6
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling