Jumat, 21 Agustus 2020 - 18:59:49 WIB

Hidup Bagai Supermarket

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama & Kepercayaan - Dibaca: 957 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 21 Agustus 2020

 

HIDUP INI seperti SUPERMARKET
 
"Seorang anak saat diajak jalan-jalan oleh orangtuanya bertanya kepada Bapaknya, "Pak, kenapa saat ini kita jalan-jalan hanya dengan kendaraan sepeda, Kita dari tadi keliling-keliling kota, lihat mall dan restauran tapi kita tak pernah mampir masuk ke dalamnya dan belanja?"
Mengapa kita miskin pak ?
 
Sambil tetap tenang mengayuh sepeda yg di boncengi 2 anak dan istrinya, si bapak menjawab, "Nak, hidup ini seperti masuk ke Supermarket, Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan. Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti, Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.
 
Sementara kita tak mungkin membawa apa-apa Karena tak punya uang untuk membelinya. Maka di pintu kasirpun kita tak akan diperiksa,  dibiarkan jalan begitu saja..atau kalaupun diperiksa akan sangat singkat dan ditanya yang ringan2 saja
 
Begitu pula kelak di akherat, Nak. Saat orang-orang kaya itu dalam antrian sangat panjang, dalam kondisi berdesakan, sangat panas hingga peluh mereka bercucuran ataupun sangat dingin hingga menggigil serasa beku. Mereka menunggu dan menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban untuk ditanya tentang Darimana hartanya mereka peroleh ? Dan kemana hartanya mrk gunakan ?
 
Sedang kita akan "dibiarkan" dan cepat "diloloskan" dari pemeriksaan yang berat ..
hingga dapat  terus berjalan tanpa beban.
 
Lebih enak bukan? 
 
Apakah engkau masih juga belum bisa menerimanya, nak?
 
Anakku...katanya kemudian..Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin bersabarlah dan bersyukurlah dengan
apa yang masih bisa menjadi milik kita..
Lihat..kita masih punya sepeda..tak semua orang memilikinya..
 
Lihat... kita masih bisa jalan-jalan bersama
Bapakmu ini masih kuat kakinya untuk mengayuhnya, Dan yang lainnya yang kita punya..
sedangkan barangkali  orang lain tak punya...
dan menginginkannya..
 
Bersabarlah sejenak..
Semua inipun menjadi milik kita hanya selama kita masih hidup di dunia
sebagaimana juga mereka yang kaya..
 
Karena setelah itu...
Kematian akan datang dan kemiskinan itu akan sirna.
Demikian pula kekayaan mereka..
 
Berpikirlah positif bahwa
Allah nemberi keringanan kita meraih pahala dengan meringankan beban dosa
sepanjang kita dapat tawakal dan qonaah 
dengan qodhar yang ada  ..
 
Dengan kemiskinan ini 
justru dapat membuat kita lebih bertakwa ..
Jika kita kaya .....
mungkin bisa jadi membuat kita mudah lupa..
Mungkin juga, dengan kemiskinan 
kita akan lebih mudah meraih surgaNya..
Jangan kecil hati ..
Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran mulia dan hinanya manusia.
Tetaplah berprasangka baik pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
 
Singkirkan rasa iri, cemburu ..
serta buanglah tanda tanya, tentang kehendak-Nya sebagai  Pembagi Nikmat.
Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di surga
Menunggu kita siap Menerimanya....
 
Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah.. 
Bahwa "sesungguhnya kekayaan itu 
bukan terletak pada harta benda,
melainkan pada ketenangan hati dan jiwa".
Semoga kita menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang Allah Ta'ala berikan.
 
Baarokallahufiikum...
sumber : beranda
 
 
 
Nira - FB




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

1627161

Pengunjung hari ini : 377
Total pengunjung : 315313
Hits hari ini : 1144
Total Hits : 1627161
Pengunjung Online : 3
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling