Rabu, 02 September 2020 - 05:56:56 WIB

MATAHARI sang Mata-Mata

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Internasional - Dibaca: 63 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 02 September 2020

 

MATA HARI, MATA-MATA POLITIK 
 
"Di politik..." keluh seorang kawan, "gak tahu kenapa... setiap kali ketemu aktivis yang cantik... instink saya selalu suudzon: jangan2 dia mata-mata".
 
Dia terhipnotis oleh kisah Mata Hari.
 
Terlahir si Leuuwarden Belanda 1 Agustus 1876 dengan nama Margaretha Gertruida Zelle, wanita jelita ini dijuluki sebagai "Mata Hari". Namanya tak kalah moncer dari Georges Clemenceau di medan perang, atau Lady Gaga di medan hiburan. Kulitnya tak memancarkan kecantikan Kaukasia, namun lebih pada kemolekan Nusantara. Ia bahkan diduga berdarah Jawa dan pernah tinggal di Ambarawa, Banyubiru, Sindanglaya dan Medan. 
 
Kisah tentang Mata Hari tak ubahnya novel roman politik, yang sarat dengan konspirasi, intrik juga seks. 
 
Kepiawaian menari dan berbahasa membuatnya tak butuh waktu lama melenting masuk dalam kehidupan jetset Eropa. Mata Hari berubah jadi peri kosmopolitan dan jadi buah bibir.
 
Tak pelak tudingan minor menerpanya. Yang paling kental adalah tuduhan sebagai hooker, menjalin asmara dengan para penguasa. Di antaranya dengan Trougot Von Jagow petinggi intel Jerman, dan Baron Edouard van der Capellen dari Belanda. 
 
Perang Dunia I tahun 1914 yang meluluhlantakkan sebagian Eropa membuat Mata Hari tak lagi leluasa bepergian lintas negara. Tubuhnya beranjak menua.
 
Hingga pada sebuah pagi, seorang agen Jerman bernama Karl Kramer mengetuk pintu apartemennya di Den Haag.
 
“Maukah kamu membuat senang bangsa Jerman dengan 20 ribu Franc?” Kramer mengungkapkan niatnya untuk merekrut Mata Hari menjadi spion Jerman. Tujuannya memata-matai Perancis.
 
Setelah menimbang sejurus Mata Hari mengangguk. Kramer segera mengaturnya masuk beberapa pekan ke pusat intelijen Jerman di Antwerp.
 
Resmilah Mata Hari menjadi agen mata-mata Jerman. Debutnya dimulai dari Perancis, lalu merambah ke Inggris dan negara2 sekutunya. 
 
Tiga tahun Mata Hari menggeliat dari pelukan ke pelukan, dari ranjang ke ranjang para pembesar. Hingga pada tahun 1917, badan intelijen Inggris M-15 menghentikan ambisinya. Ia terendus sebagai spion Jerman Clara Benedix dan digelandang ke pengadilan militer.
 
Masyarakat Eropa berbondong-bondong memenuhi pengadilan tatkala ia divonis. Pleideoinya ditolak hakim.
 
Maka pada sebuah pagi 15 Oktober 1917 (ini tanggal yang sama dengan JHP dilahirkan, maka saya selalu ingat kisah ini, Pen), serentetan bunyi12 senapan regu tembak mengarah ke dirinya. Perempuan molek itu menolak matanya ditutup. Ia bahkan sempat mengirim ciuman "kiss bye" kepada para algojonya... lalu terkulai dan selesai.
 
Saya... merasa agak berdosa menceritakan kisah ini kepada kawan anggota DPR-RI itu. Karena sejak itu ia sering suudzon setiap kali melihat wanita cantik terjun ke rawa2 politik yang bergetah 😅
 
 
 
 
 
 
JSH - FB




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

1627401

Pengunjung hari ini : 406
Total pengunjung : 315342
Hits hari ini : 1384
Total Hits : 1627401
Pengunjung Online : 4
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling