Senin, 14 September 2020 - 19:01:26 WIB

Orang Gila !

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 50 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 14 September 2020

 

KEJAHATAN "ORANG GILA"
 
Percobaan pembunuhan terhadap Syeikh Ali Jaber bukan sekedar keterlaluan. Namun sudah melampaui batas kegilaan. Menganggap pelakunya gila lebih melampaui batas lagi. Lebih gila lagi.
 
Peristiwa serupa bukan baru pertama terjadi. Sudah kerapkali.  Hampir selalu berakhir dengan "pelakunya orang gila". Selesai. Kasus ditutup. Tak ada penelusuran, tanpa penyeleidikan. Motif tak terungkap, apalagi dalang. Hilang di ranah hukum tak bertuan. 
 
Media boleh saja memberitakan pelakunya sebagai "orang tak dikenal" sesaat setelah peristiwa terjadi.  Berikutnya? Jangan lagi. Pelaku punya nama, punya keluarga, punya alamat tempat tinggal, punya tetangga. Pelaku punya akun medsos. Dia dikenal, punya jejak digital. 
 
Syeikh Ali Jaber bukan ulama biasa. Ilmunya mumpuni. Ia seorang hafizh (penghapal Qur'an) yang mendidik dan membina banyak sekali calon harizh di seluruh negeri. Ia pendakwah yang damai. Ia yang dengan ringan hati memilih menjadi WNI dengan meninggalkan kewarganegaraan Arab Saudi. Ia mencintai Indonesia dan bangga menjadi Muslim Indonesia. Dan umat mencintainya. 
 
Saya masih ingat saat ulama kelahiran Madinah 3 Februari 1976 ini "turun ke jalan". Berdampingan dengan aparat di lapangan beliau mengimbau masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Air matanya berlinang saat menasihati umat untuk bersama-sama menghadapi covid dengan mencegah penularan. 
 
Tiba-tiba saja, saat Syeikh Ali Jaber menyampaikan tausiyah di sebuah masjid Lampung, seorang penjahat menyerang dengan pisau terhunus. Penjahat naik mimbar dan menikamnya. Alhamdulillah Syeikh Ali sempat mengelak, sajam "hanya" melukai lengannya.
 
Pejahat ditangkap jama'ah. Sempat dipukuli. Syeikh Ali lantas berseru untuk tak menghakimi pelaku dan menyerahkannya ke polisi. Jama'ah patuh. Heboh. Kabar percobaan  permbunuhan ulama hafizh berikut videonya berseliweran di banyak WAG, medsos, dan media online. 
 
Tak berselang lama, menyusul kemudian kabar bahwa pelaku "orang gila" yang tak waras sudah 4 tahun lamanya berdasarkan keterangan pihak keluarga. Tak kalah cepat pula netizen mengungkap jejak digital pelaku sebagai bantahan faktual bahwa pelaku tidaklah gila. Indikasinya tampak pada postingan dan foto-foto kewarasan pelaku.
 
Masih ingat peristiwa Wiranto ditikam? Cepat sekali tercipta plot cerita pelaku adalah "simpatisan kaum radikal". Sebagian publik lantas menghakiminya: teroris! Motif pelaku terungkap. 
 
Percobaan pembunuhan terhadap ulama? Pelakunya "orang gila". Motif tak terungkap. Gelap. Apa masih akan terus begitu?
 
Semoga kali ini, polisi bisa bekerja dengan baik, benar, dan jujur. Perlu transparansi pemeriksaan, termasuk oleh psikolog. Umat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana bisa terjadi. 
 
Saya akan mengabaikan persepsi sebagian orang yang menilai serangan fisik terhadap ulama hanya pengalihan isu. Boleh saja ada opini begitu sembari meneriakkan fokus, fokus pada isu utama. Lantas membiarkan kejahatan terhadap ulama masuk ke dalam ruang gelap? 
 
Tidak! Itu kejahatan yang terus berulang. Harus dihentikan. Ini negara hukum. Negara punya aparat hukum. Negara wajib membawa kasus kejahatan ini ke dalam ruang terang. Sisi gelap kejahatan yang tak terungkap sesungguhnya menyimpan bara api dalam sekam. 
 
Dan umat, kiranya perlu langkah antisipasi untuk keamanan ulama dan para ustaz. Panitia tabligh, pengurus pengajian, perlu menyiapkan tim keamanan internal sebagai tindakan ikhtiar keselamatan mubaligh yang diundang berceramah. 
 
Kita bukan saja perlu jaga diri dari ancaman virus corona. Tetapi juga jaga diri, jaga jamaah, jaga ulama, dari ancaman mara bahaya. Dari seringai maut wajah durjana, dari taring dan cakar setan serta antek-anteknya.
 
Salam..
 
Copas.




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

1627253

Pengunjung hari ini : 386
Total pengunjung : 315322
Hits hari ini : 1236
Total Hits : 1627253
Pengunjung Online : 4
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling