Minggu, 29 Agustus 2021 - 08:51:17 WIB

Merugi dan Bangkrut

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 1155 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 29 Agustus 2021

 

Mati (Bukan) Karena CVD
 
Karena masih banyak ketidakpahaman tentang bagaimana dan mengapa-nya si CVD ini, terpaksa saya mengulang-ulang lagi penjelasan terkait. Mudah-mudahan ndak bosan ya. Ini penting juga dipahami lagi, supaya tidak ada pandemi-pandemi berikutnya. 
 
CVD, dengan virusnya yang bernama Sarscov-2, sudah tergadang-gadang menjadi penyebab kematian. Baik karena paparan, infeksi alami atau vaksinasi, terdeteksi positif, kemudian meninggal dunia, berarti dibunuh oleh si virus mincil kecil mungil yang belum berhasil didapatkan isolat murninya. 
 
Ini berarti apa? 
 
Sarscov-2 adalah virus yang memang mudah menempel, tapi juga mudah dinetralisir antibodi. Isolat murni yang belum didapat menyebabkan virus ini bisa diisukan macam-macam. Tujuannya? Agar bisa mempengaruhi publik bodoh demi mengeruk untung. 
 
Jualan masker berbagai merk dan janji perlindungan palsu, hand sanitizer yang dipakai berlebihan sehingga mengganggu mikrobiota tubuh, banjir disinfektan yang menjadi polusi dan merusak keseimbangan alam. Belum lagi, untung besar yang dikeruk farmasi dari penjualan obat-obatan hingga vaksin. 
 
Siapa yang merugi?
 
Tentunya negara yang berhutang di mana-mana, sedangkan produksi masyarakat nyaris nol karena pembatasan kegiatan berskala besar. Masyarakat pasti rugi: perdagangan banyak yang gulung tikar atau terpaksa banting harga meskipun tak menutup modal. 
 
Mati, akhirnya bukan karena CVD, tapi karena kebodohan yang menahun. Memilih untuk serba ketakutan hingga kebijakan tak lagi pro rakyat. Meskipun 80-90% paparan dan infeksi positif berujung pada kesembuhan,  bangkrut dan menjadi penggangguran menyebabkan masyarakat sekarat. 
 
Apakah yang seharusnya dipahami pemegang kebijakan? 
 
Masih ada intelektual-intelektual medis yang masih waras dan memberikan penjelasan masuk akal. Banyak juga anggota masyarakat yang menggaungkan edukasi tersebut. Sudah saatnya kebijakan diambil berdasarkan pemahaman menyeluruh, bukan hanya mendengarkan pejabat yang berprinsip  Asal Bapak Senang.
 
 
 
 
 
 
 
Renurdi Suntzu - FB




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

2743100

Pengunjung hari ini : 64
Total pengunjung : 516229
Hits hari ini : 109
Total Hits : 2743100
Pengunjung Online : 6
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling