Jumat, 17 September 2021 - 05:38:44 WIB

Pluralisme ?

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama & Kepercayaan - Dibaca: 497 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 17 September 2021

 


Jangan fanatik berlebihan. Semua agama benar.

Seorang Pangkostrad berpangkat Letjen membuat penyataan kontroversi. Didepan prajurit TNI, dengan tegas ia mengatakan jangan fanatik berlebihan dalam beragama, semua agama benar dimata Tuhan. Hmmm.... sayang sekali, padahal nama belakangnya begitu islami.

Maaf Jenderal, statement anda perlu kiranya diluruskan. Jika anda menganggap semua agama benar, kenapa tidak jalankan saja semua ritual peribadatan? Lu dibaptis, setelah itu mengucap dua kalimat syahadat. Ikut merayakan hari raya kurban ala ummat Islam, namun juga menghormati sapi seperti ummat Hindu di India. Plus jadi vegan yang hanya makan tumbuh-tumbuhan. Sayangi semua makhluk hidup mengikuti anjuran Buddha Gautama. Kecoak, semut gak boleh dibunuh, karena itu akan mempersulit anda mencapai nirwana. Tunaikan sholat jumat, esoknya ikut merayakan hari sabbath. Apa anda mau beragama seperti gado-gado begitu?

Apakah fanatisme berlebihan dalam beragama bisa membuat seseorang jadi radikal? Jelas tidak. Justru karena rasa cinta yang mendalam pada ajaran agama Islam, lahirlah generasi para penghafal Al Quran dan Hadits. Begitu pula dengan penganut agama diluar Islam. Saking cintanya pada ajaran Hindu, Mahatma Gandhi membuat gerakan ahimsa, melawan penjajah tanpa kekerasan. Karena teramat fanatik dengan ajaran Katholik, bunda Theresa gak menikah, mengabdikan seluruh hidupnya untuk menolong orang-orang miskin di India.

Coba bayangkan, jika generasi tabiin jaman dulu hanya sekedarnya saja dalam beragama, tentu gak bakal ada Hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari. Ummat akhir zaman akan kebingungan, bagaimana cara berwudhu, bagaimana cara mandi junub, bagaimana cara bersuci dari hadas besar dan kecil. Kita bisa tahu semua itu karena ada yang melihat prilaku Nabi Muhammad, ada yang mendengar penjelasan dari para sahabat Rasulullah. Hal itu kemudian direkam dalam ingatan, diwariskan dan disebarluaskan, lalu didokumentasikan. Lahirlah kumpulan Hadits sebagai juknis ummat Islam dalam menjalankan peribadatan.

Sesungguhnya, yang berbahaya itu adalah fanatisme sempit seperti golongan khawarij. Menganggap dirinya paling sip, menganggap bacaan Al Qurannya paling merdu, merasa sholatnya paling rajin, merasa paling dekat dengan Allah SWT, hingga Ali bin Abi Thalib pun tak segan mereka bunuh karena dicap sebagai munafikun.

Jika sahabat Rasulullah sekelas Ali bin Abi Thalib aja tega mereka bacok dengan pedang, sudah barang tentu manusia seperti gue ini dengan mudahnya divonis sebagai barang haram.

Seperti yang seringkali diucapkan oleh DR. Zakir Naik, sah-sah saja mencari persamaan ajaran agama yang ada didunia. Muslim dalami Al Quran, Kristen baca Al Kitab, Hindu silahkan menggali nilai yang terkandung dalam Wedha. Namun bukan berarti menganggap semua agama benar. Pemikiran plural seperti ini muncul karena pak Jenderal jarang baca Al Quran, gak pernah baca Sirah Nabawiyyah. Ngaku beragama Islam, tapi mengucap kalimat syahadat aja masih belepotan. Bagaimana mau mendapat pencerahan?

Kesimpulannya, fanatisme berlebih punya banyak manfaat bagi ummat. Sebaliknya, para penganut fanatisme sempit malah akan mencoreng wajah Islam. Semoga suatu saat kelak, pak Jenderal bisa memahami satu hal krusial. Yakinkan diri bahwa agamamu yang paling benar. Ini sebagai modal saat ditanya malaikat didalam kuburan. Open your mind general, pangkat yang melekat dibahumu itu gak kekal.

#bzh

 



Ruby Kay - FB




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

2659364

Pengunjung hari ini : 349
Total pengunjung : 492919
Hits hari ini : 995
Total Hits : 2659364
Pengunjung Online : 4
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling