Senin, 19 September 2022 - 09:24:48 WIB

C.E.R.D.A.S

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama & Kepercayaan - Dibaca: 60 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 19 September 2022

 

MUSLIM CERDAS
Oleh: Budi Handrianto
 
Seringkali kita menyematkan predikat orang yang cerdas itu orang yang pintar, banyak akal, banyak mikir. Mereka adalah orang yang IQ-nya tinggi. Orang yang ranking di kelas. Orang yang IPK-nya di atas 3.5 (skala 4). Orang bilang otaknya encer. Para penemu sains teknologi atau penerima hadiah nobel, dan sebagainya. Itu tidak salah dan tidak perlu didebat. 
 
Pada dasarnya, orang yang cerdas itu adalah orang yang mampu berpikir jauh ke depan. Dia juga mampu melihat konsekuensi setiap perbuatan karena pandangannya yang jauh ke depan. Dari situ dia mempersiapkan dirinya untuk menghadapi segala kemungkinan itu. 
 
Tahun 2001 ada sebuah film berjudul Bandits yang dibintangi oleh Bruce Willis, Billy Bob Thornton dan Cate Blanchett. Pekerjaan mereka bertiga merampok bank dengan cara yang unik. Ada sebuah quote yang saya masih ingat sampai sekarang dari film lucu-lucuan ini. Si Billy ini orang yang cerdas dan dia sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi ketika merampok bank.  Dia bertanya pada Bruce, "Kamu tahu nggak apa nggak enaknya jadi orang cerdas?" Kata Bruce, "Enggak." Billy berkata, "Aku selalu tahu apa yang akan terjadi. Nggak ada ketegangan..." Billy sudah memikirkan segala kemungkinan yang terjadi karena dia sudah berpikir jauh ke depan.
 
Seorang muslim, yang sadar dengan kemuslimannya, adalah orang yang cerdas. Kalau orang pandai di luar sana berpikir jauh ke depan, bahkan bisa puluhan atau ratusan tahun kedepan tapi tetap saja jangkauannya terbatas. Sedangkan seorang muslim berpikir melewati batas dimensi waktu. Seorang muslim berpikir tentang apa yang terjadi setelah mati. Maka, dia akan mempersiapkan diri menghadapinya. Ujung batas yang dipikirkan orang Islam tidak terhitung bulan, tahun, abad bahkan waktu, sebab ia melewati batas waktu dunia, melewati alam barzah hingga alam akhirat.
 
Dua orang pedagang di pasar, yang satu muslim satu lagi ateis, suatu siang sedang banyak-banyaknya melayani pembeli. Kemudian datang waktu dhuhur. Si muslim segera menutup tokonya untuk shalat sedang si kafir tetap jualan. Dalam hati si kafir, "Sungguh bodoh orang Islam itu. Sedang banyak-banyaknya pembeli kok ditinggal shalat." Kalau kita sepakat definisi di atas, justru muslim itulah yang cerdas karena dia tahu shalat itu efeknya nanti sampai alam akhirat. Sementara profit dari dagang paling hanya beberapa minggu akan habis. Jadi pedagang muslim itulah yang cerdas sedang pedagang kafir itu yang bodoh, walau mungkin duitnya lebih banyak.
 
Orang kafir -yang mungkin gelarnya profesor doktor dsb, di akhirat menyesal karena tidak berpikir. Maksudnya berpikir panjang. Mungkin sudah berpikir panjang tapi tidak cukup panjang alias hanya sampai umurnya di dunia saja. Dalam al-Quran disebutkan para penghuni neraka itu menyesal dan berkata, "Seandainya dulu kami mendengar dan berpikir, niscaya kami ini tidak akan jadi penghuni neraka sa'ir." (QS Al-Mulk: 10) Rupanya mereka mengakui mereka tidak berpikir, tidak cerdas karena pikirannya kurang panjang.
 
Pantaslah Nabi saw mendefinisikan orang yang cerdas (al-Kayyisu) adalah orang yang senantiasa mengintrospeksi diri (man daana nafsahu) dan berbuat untuk apa-apa setelah mati. (HR Tirmidzi). Dalam hadits lain beliau saw menjelaskan, "Orang yang paling cerdas di antara manusia (akyasunnas) adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling gigih mempersiapkannya. (HR Ibnu Majah)
 

Maka, jadilah muslim cerdas. Muslim yang yakin ada kehidupan setelah mati dan mempersiapkan dirinya untuk itu.

 

!




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

3305043

Pengunjung hari ini : 660
Total pengunjung : 655571
Hits hari ini : 2049
Total Hits : 3305043
Pengunjung Online : 4
Covid-19 tercipta secara ?

Lihat Hasil Poling