Senin, 26 Februari 2024 - 07:40:34 WIB

R.e.v.o.l.u.s.i

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 102 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 26 Pebruari 2024

 


Revolusi Prancis: Contoh bagi Indonesia

Akhir-akhir ini, kita sering melihat antrian bansos yang sangat panjang untuk hanya mendapatkan satu karung beras. Yang akhirnya diikuti pula dengan naiknya harga beras, berujung pada rakyat kelas menengah ke bawah, sampai kelas bawah akhirnya hanya bergantung pada pembagian, yang jika calon yang didukung penguasa menang, maka bantuan itu akan terhenti.

Sementara, penguasa sudah bertepuk tangan atas kemenangannya, karena penyimpanan untuk 6 bulan lebih, dihabiskan hanya dalam 3 bulan. Dan ujungnya, rakyat tidak bisa makan selama 6 bulan kedepan. Sementara penguasa sedang memakan beras-beras yang kualitasnya bagus, dan membagikan satu-satu ke setiap bawahan-bawahannya.

Hal ini mungkin sangat mirip dengan zaman dahulu. Meskipun, diktator pada zaman dahulu menunjukkan kepemimpinan yang kuat, membuat masyarakat tahu, bahwa pemimpin ini pasti akan menjadi diktator. Namun pemimpin zaman sekarang hanya menipu rakyat, melewati ribuan pemilihan.

Mungkin kita bisa lihat pada negara Prancis. Negara yang identik sebagai negara liberalisme, negara yang sudah bebas dari segala kediktatoran. Meskipun memiliki banyak kontroversi, baik elite global dan sebagainya. Kita tidak bisa menafikan, bahwa negara ini telah memiliki demokrasi yang kuat. Namun bagaimana kebebasan itu bisa lahir di masyarakat prancis, yang sebelumnya hidup dibawah kepemimpinan para keluarga kaya dan aristokrat?

Kita bisa lihat pada kepemimpinan prancis pada tahun 1789. Rakyat prancis sedang kelaparan, karena tepung dan roti sudah habis untuk pembuatan roti ataupun kue-kue cream kerajaan untuk melayani nafsu sang permaisuri, Marie Antoniette dan Sang Raja, Louis XVI. Tidak hanya itu, mereka juga dibebani oleh pajak yang amat tinggi. Sang Permasuri pun diberikan gelar "Madame of Defisit" atau "Ibu Kerugian Negara".

Apakah mereka dapat menemukan masalah sebenarnya dari kemiskinan dan kelaparan masyarakat, Dan memberikan solusinya?

Tidak, justru mereka malah sang permaisuri malah mengatakan, "Kalau mereka lapar, kita bagikan saja roti!", Dan langkah aneh ini malah benar-benar dilaksanakan oleh sang raja. Rakyat bahkan menghina sang raja sebagai seorang "Tukang roti", karena dia kerjanya hanya membagi-bagikan roti, dan seperti yang dilakukan seorang tukang roti.

Benar saja, karena pembagian roti itu, rakyat akhirnya malah bergantung dengan roti itu. Dan karena hanya dibagikan roti, mereka tetap kelaparan. Tapi raja dan permasurinya masih tetap memakan kue-kue megah dan mahal itu. Dan pada akhirnya rakyat memberontak, dan menggulingkan raja serta permaisurinya. Pada akhirnya, mereka diperlakukan tidak hormat dan dipenggal.

Pada akhirnya, kita akan diperlihatkan, bahwa segala kejahatan, segala kediktatoran, segala tekanan, akan kalah oleh kebaikan. Rakyat akan melawan, untuk menegakkan kebaikan. Jika rakyat tidak bisa lagi melawan, maka serahkan segalanya kepada tuhan yang maha esa, maka tuhan yang akan membalas segalanya. Jangan pernah menyerah, karena tuhan punya rencana lain.

 



Numair Rodja - FB




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

4697374

Pengunjung hari ini : 429
Total pengunjung : 1017717
Hits hari ini : 986
Total Hits : 4697374
Pengunjung Online : 3
Apa yang Anda harapkan di 2024 ?

Lihat Hasil Poling