Selasa, 05 Maret 2024 - 05:36:29 WIB

Cara Bersikap

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendidikan & Humaniora - Dibaca: 111 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 05 Maret 2024

 


BEDA KELAS ANTARA GANJAR DAN JOKOWI SAAT MENYAMBUT MASYARAKAT YANG KRITIS

Hiruk pikuk pilpres selalu saja membawa cerita tersendiri, terutama bagi para capres atau bahkan pribadi seorang Presiden sendiri. Karena pembelahan pilihan politik di masyarakat saat pilpres jelas menimbulkan fanatisme diantara tiap pendukungnya. Termasuk yang dialami Jokowi sendiri, yang memang dari awal dinilai tidak netral.

Salah satu peristiwa yang menyita perhatian publik dan menjadi catatan, betapa pemerintah hari ini sangat tidak ramah pada rakyatnya. Pada saat Jokowi melakukan kunjungan ke Gunungkidul, Jokowi disambut beberapa pemuda yang membawa spanduk dan poster Ganjar. Karena merasa ini adalah sebuah ancaman, Paspampres pun mengamankan pemuda itu secara paksa.

Hal ini jelas menimbulkan polemik dan kritik keras dimasyarakat. Terutama cara pengamanan yang sangat berlebihan sampai pemuda itu harus ditarik. Padahal kita semua tahu PDIP dan pendukung Ganjar saat ini, dulunya juga bagian dari tim yang kerja keras banting tulang untuk memenangkan Jokowi dua kali melawan Prabowo.

Jokowi selaku Presiden seluruh Indonesia malah tidak lagi memandang mereka sebagai bagian yang pernah berjasa memenangkannya. Banyak yang bertanya, Apakah dalam fikiran Jokowi hanya anaknya dan pasangan capres no urut 02 saja. Sehingga apapun yang menyangkut capres lain dianggap musuh. Seharusnya Jokowi itu sadar, jika dia adalah Presiden dan wajib netral pada semua.

Dari situasi ini saja bisa kita nilai, dalam pribadi Jokowi sendiri sudah tidak netral. Karena jelas ada keberpihakan dalam dirinya, hanya saja sampai sekarang dia tidak mau secara terbuka deklarasi dukungan itu. Coba bandingkan dengan situasi sama yang menimpa Ganjar, dan itu terjadi saat kunjungannya ke Balikpapan.

Ada beberapa pemuda melakukan hal sama, seperti membawa spanduk dan meneriaki Ganjar, seperti yang dilakukan pemuda di Gunungkidul. Tapi justru apa yang terjadi, Ganjar bukannya marah dan meminta pengawalnya untuk menarik anak itu. Sebaliknya justru yang membuat kita terkejut, Ganjar malah mengajak anak itu untuk makan bersama sambil mengajaknya bicara dari hati.

Jelas saja apa yang dilakukan Ganjar ini sangat berkelas dan elegan. Bahkan dibandingkan seorang Jokowi yang katanya Presiden merakyat, apa yang dilakukan Ganjar jauh lebih baik dari apa yang dilakukan Jokowi. Ganjar mungkin sedang mengajari Jokowi apa itu konsistensi dan teguh pada nilai, termasuk kecintaan pada rakyat kecil.

Dari dua peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan ini, mengajarkan pada kita saat dalam situasi apapun, yang namanya kesabaran adalah suatu syarat mutlak yang wajib dibawa seorang pemimpin. Karena seorang pemimpin itu gak melulu yang bisa bicara, pandai berpolitik atau sekedar disegani pemimpin negara lain. Tapi dia yang tetap sama pada nilai sudah dibawanya.

 



Salam, Sobar Harahap




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

4697378

Pengunjung hari ini : 431
Total pengunjung : 1017719
Hits hari ini : 990
Total Hits : 4697378
Pengunjung Online : 6
Apa yang Anda harapkan di 2024 ?

Lihat Hasil Poling