Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:33:56 WIB

Tan Ek Tjoan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Gaya Hidup - Hobi & Humor - Dibaca: 372 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 18 Mei 2024

 


Mengenang sejarah Roti Tan Ek Tjoan

Roti jadul tidak lekang oleh waktu. Sebutlah nama Tan Ek Tjoan. Roti yang diproduksi sejak 1953 ini tetap memiliki tempat di hati penggemarnya. Cita rasa yang khas tidak tergantikan oleh roti modern. Di dalam sepotong roti juga tercampur berbagai proses sejarah perjalanan Kota Jakarta.

Toko jadul Tan Ek Tjoan terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 61, Jakarta Pusat. Satu cabang lain dibuka di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Meskipun pendiri Tan Ek Tjoan di Cikini masih bersaudara dengan Tan Ek Tjoan di Bogor, kedua toko roti itu memiliki manajemen terpisah.

Kepala Produksi Tan Ek Tjoan Tobiin mengatakan, bangunan toko di Cikini Raya semula adalah kantor asuransi. Di belakang kantor asuransi adalah rumah Kim Tamara, pendiri Tan Ek Tjoan.

Setelah kantor asuransi dibeli, Kim menjadikan bangunan itu sebagai gerai toko pada 1953. Sementara pabrik roti menggunakan bangunan lama rumah Kim. Kim tinggal di lantai 2 toko roti. Dengan begitu, dia sangat mudah mengawasi seluruh proses pembuatan hingga penjualan Tan Ek Tjoan.

Menjual roti dipilih oleh Kim karena pada masa itu roti sedang beken. Sementara produsennya beberapa saja. Tan Ek Tjoan ikut memopulerkan roti di kalangan masyarakat Jakarta, termasuk dengan mengerahkan tukang roti keliling yang mendatangi rumah-rumah pembeli.

Pada masa itu, Jalan Cikini Raya merupakan salah satu pusat kota. Letaknya tidak jauh dari permukiman elite Menteng.

Dengan toko dan pabrik yang berdiri di atas tanah seluas 2.800 meter persegi, Tan Ek Tjoan menyediakan bangku dan meja untuk pembeli yang ingin menikmati roti di tempat.

Kini, toko Tan Ek Tjoan tidak lagi menyediakan ruang makan di tempat. Ruang toko bercat putih ini hanya digunakan separuhnya saja, sementara separuh lainnya dibiarkan kosong. Pembeli kini hanya bisa menikmati memori zaman dulu toko ini secara singkat sembari memilih roti. ”Biayanya tidak nutup kalau tempat makan-minum masih dipertahankan,” kata Tobiin.

Ciri khas

Beberapa roti manis masih dipertahankan sebagai ciri khas Tan Ek Tjoan. Sebut saja roti gambang, roti cokelat oles, roti nougat, bimbam, dan solo. Roti-roti ciri khas ini menjadi ”roti wajib” baik di toko ataupun di pedagang keliling.

Kenangan orang asing terhadap Roti Tan Ek Tjoan

Horst Henry Geerken, seorang ekspatriat asal Jerman yang pernah tinggal di Indonesia selama 18 tahun, juga memiliki kenangan tersendiri terhadap roti ini. “Untuk roti tentunya hanya ada roti tawar. Sopir kami harus membelinya di Bogor, 40 kilometer jauhnya dari Jakarta. Tan Ek Tjoan adalah satu-satunya toko roti di sekitar itu yang bisa memperoleh tepung impor,” tulisnya dalam A Magic Gecko. Sepertinya Geerken tak tahu, tahun 1953 Tan Ek Tjoan sudah buka cabang di Jakarta.

Selamat menikmati roti legendaris Tan Ek Tjoan. Dan Happy Weekend.

Sumber Foto : google /  Wikipedia

#sejarahjakarta
#sejarahbetawi
#sejarahkulinerindonesia
#rotitanektjoan

 

 

 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

4826981

Pengunjung hari ini : 321
Total pengunjung : 1053537
Hits hari ini : 707
Total Hits : 4826981
Pengunjung Online : 5
Apa yang Anda harapkan di 2024 ?

Lihat Hasil Poling