Kamis, 23 Mei 2024 - 11:15:37 WIB

Agama & Kemajuan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama & Kepercayaan - Dibaca: 47 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 23 Mei 2024

 

MENGAPA NEGARA-NEGARA YANG TIDAK BERAGAMA LEBIH MAJU?
 
Ini adalah urutan 8 negara di dunia yang paling tidak beragama: Cekoslovakia 76%, Korea Utara 71%, Estonia 59%, Jepang 57%, Tiongkok 52%, Korsel  46%, Belanda 42% dan Uruguay 40%. 
 
Tidak beragama disini bukan berarti ateis atau menyangkal adanya Tuhan atau kekuatan super, melainkan mereka tidak peduli, memuja roh atau tidak tahu agama. Orang tidak beragama tidak berarti ateis tapi termasuk kepada ateis, deisme, agnostisisme, panteisme dsb. 
 
Pertanyaan pentingnya adalah, mengapa negara-negara ateis atau yang tidak beragama justru kehidupannya lebih baik, lebih tertib, lebih disiplin dan lebih maju?? 
 
Ini tentu pertanyaan banyak orang karena seperti aneh, terutama kalau dihubungkan dengan negara-negara Muslim. Agama Islam diyakini agama agung dan mulia, sangat dibanggakan oleh kaum Muslim sebagai agama terbaik, tapi kebanyakan kehidupannya tidak baik dan tidak maju. Indonesia dan negara-negara Muslim lain kebanyakamnya tidak maju bahkan jauh tertinggal dari negara-negara Barat. Persoalannya dimana? 
 
Jawaban yang benar dan tak terbantahkan atas pertanyaan itu sangat penting, terutama bagi umat Islam yang meyakini agamanya paling benar. Menjawab pertanyaan itu tidak mudah. Orang yang hanya punya semangat agama tapi kurang wawasan sosiologis akan kerepotan menjawab pertanyaan itu. Jawabannya tentu bukan apologetik, dalil, tapi wawasan pengetahuan. Walaupun kurang lengkap, pikiran saya cukup terwakili oleh Ahmad Baihaqi, sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Islam Sultan Agung, yang menjelaskan sbb:
 
"Pernyataan bahwa negara yang ateis pada umumnya lebih maju dibanding yang religius tidak dapat diterapkan secara universal, karena faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemajuan suatu negara sangat kompleks dan tidak dapat disederhanakan hanya menjadi satu faktor seperti agama atau kepercayaan.
 
Beberapa negara yang religius memang memiliki tingkat kemajuan yang tinggi, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan. Di sisi lain, beberapa negara yang tidak memiliki agama mayoritas tetapi masih mengalami kesulitan dalam hal kemajuan ekonomi dan sosial, seperti negara-negara di Afrika dan Amerika Latin.
 
Meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara agama dan kemajuan suatu negara. Studi oleh Pippa Norris dan Ronald Inglehart menemukan bahwa negara-negara dengan tingkat kepercayaan agama yang tinggi cenderung kurang maju dalam hal pembangunan sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan gender, meskipun penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor lain seperti ketersediaan sumber daya dan stabilitas politik juga memiliki pengaruh yang signifikan.
 
Selain itu, beberapa ahli mengemukakan bahwa negara yang lebih maju cenderung memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi dan menempatkan hak asasi manusia sebagai prioritas utama. Negara yang kurang maju atau mengalami konflik sosial seringkali didorong oleh ketidaksepakatan dalam hal agama atau kepercayaan, dan oleh karena itu sulit untuk mencapai kemajuan yang signifikan.
 
Namun, penting untuk diingat bahwa agama dan kepercayaan tetap merupakan bagian integral dari kehidupan manusia dan dapat memberikan banyak manfaat bagi individu dan masyarakat jika dipraktikkan dengan benar dan diimbangi dengan prinsip-prinsip keadilan dan toleransi. Karena itu, bukan agama atau kepercayaan itu sendiri yang menentukan kemajuan suatu negara, melainkan bagaimana mereka diterapkan dan diintegrasikan ke dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik."
 
 
 
 
 
 
MHH - FB
 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

4826815

Pengunjung hari ini : 263
Total pengunjung : 1053479
Hits hari ini : 541
Total Hits : 4826815
Pengunjung Online : 2
Apa yang Anda harapkan di 2024 ?

Lihat Hasil Poling