Sabtu, 25 Mei 2024 - 05:30:37 WIB

Menyempitkan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama & Kepercayaan - Dibaca: 41 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 25 Mei 2024

 


Sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), Islam sangat luas. Islam adalah sebuah peradaban. Islam adalah sistem kemasyarakatan yang lengkap yang meliputi segala aspek kehidupan seperti kenegaraan, perekonomian, ilmu dan pendidikan, kebudayaan, hukum dan perundang-undangan dsb. Peradaban Islam bahkan pernah berjaya selama lebih dari 700 tahun di masa abad pertengahan.

Namun -menurut Dr. Ugi Suharto, ada sebagian kaum muslimin yang menyempitkan Islam hanya pada urusan fikih saja. Kalau ada satu kasus yang ditanya, "Apa hukumnya dalam Islam?" Setiap urusan dilarikan ke masalah hukum (fikih). Padahal di luar hukum ada banyak hal di dalam Islam.  Akibat penyempitan Islam hanya pada masalah hukum menyebabkan umat tidak mengenal ulama tasawuf, ulama kalam dll.

Kemudian, setelah disempitkan ke masalah hukum, ada yag menyempitkan lagi Islam hanya sebatas hadits. Ketika dikasih tahu hukum suatu perbuatan balik tanya, "Haditsnya mana?" Hukum yang sudah baku digoyahkan hanya dengan pertanyaan, "Haditsnya mana?" Seolah-olah pengambilan hukum Islam itu hanya dari hadits semata. Dikiranya waktu ulama mengambil hukum mereka mengabaikan hadits. Parahnya lagi, orang sekarang seringkali memahami hadits hanya secara dzahir tanpa memahami mafhumnya.

Penyempitan Islam menjadi soal hadits saja membuat umat mengabaikan ilmu fikih, ushul fikih, bahasa Arab, al-Quran dan tafsir, qiyas, dsb. Umat akhirnya lupa dengan ulama-ulama hebat yang pernah kita miliki dengan peninggalan berharga selama ratusan tahun. Sungguh sebuah kerugian besar.

Padahal semua imam hadits (imam yang 6) muncul setelah imam fikih. Para imam hadits justru berpegang pada madzab fikih (80% ahli hadits bermadzab Syafii). Para ulama fikih semua paham hadits. Bahkan Ibn Khuzaimah menyebut, "Tidak ada satu pun hadits yang tidak diketahui oleh Imam Syafii."

Parahnya lagi, saat ini Islam disempitkan hanya pada hadits shahih saja. Hadits hasan dan dhaif (lemah) tidak dipakai sama sekali, seolah-olah dhaif itu sama dengan maudhu' (palsu). Padahal tidak ada ulama hadits jaman dahulu yang menolak hadits dhaif. Mereka menempatkan hadits dhaif pada tempatnya, bukan membuangnya. Menolak hadits dhaif secara mutlak adalah perkara baru yang tidak dilakukan umat maupun ulama terdahulu.

"Haditsnya shahih nggak?" Itu yang sering kita dengar. "Shahih menurut siapa?" Jawaban awam yang dangkal dan paling mudah untuk pertanyaan di atas adalah hadits shahih yang dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albani. Seakan-akan kurang mantap kalau membawakan hadits shahih yang tidak dishahihkan Syaikh Albani. Padahal Syaikh Albani hidup di jaman modern (1914-1999).

Jadi Islam yang luas itu disempitkan hanya pada urusan fikih, fikih disempitkan hanya soal hadits, hadits disempitkan hanya yang shahih saja dan hadits shahih yang dari Albani saja yang diakui. Akhirnya Islam kehilangan sifatnya sebagai rahmatan lil alamin.

Pantas kita sering ribut soal furu (cabang, teknis). Kalau kita memandang Islam sebagai sebuah peradaban, yang lahir adalah diskusi-diskusi kreatif untuk memajukan umat. Tapi kalau yang dibahas terus menerus hanya urusan cabang maka yang lahir adalah pertengkaran dan celaan, terutama di kalangan orang awam terhadap ulamanya, tanpa disertai ilmu dan adab. Naudzu billah min dzalik.

 



Budi Hadrianto - FB




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

4826922

Pengunjung hari ini : 300
Total pengunjung : 1053516
Hits hari ini : 648
Total Hits : 4826922
Pengunjung Online : 4
Apa yang Anda harapkan di 2024 ?

Lihat Hasil Poling