Minggu, 02 Juni 2024 - 06:11:35 WIB

HP & AI

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Gaya Hidup - Hobi & Humor - Dibaca: 38 kali

[suluh.co.id] Jakarta, 02 Juni 2024

 


10 tahun lalu, dimulai pengumpulan data secara masif dari perangkat handphone yang kita gunakan. Semua aktifitas kita di browser dan mobile app disimpan, dan dikumpulkan ke dalam satu database. Karena jumlah data yang disimpan sangat besar, makanya disebut Big Data.

2 tahun terakhir, sejak peluncuran ChatGPT, hampir semua teknologi IT memperkaya fitur aplikasinya menggunakan teknologi AI.

Sekarang kita perhatikan perangkat handphone yang kita gunakan, hampir semua perangkat sudah disertakan kamera depan dan belakang, ada mic untuk menangkap suara, dan tentunya gps untuk memindai lokasi kita saat ini.

Bagaimana jika semua fitur yang ada di handphone, diberdayakan dengan teknologi AI? Tentunya handphone yang kita gunakan benar-benar menjadi sangat smart (cerdas), bahkan lebih dari cerdas, tapi memahami anda. Kenapa bisa memahami? ya karena semua informasi yang dibutuhkan AI untuk menganalisis anda, bisa memanfaatkan kamera depan, belakang, mic dan gps.

Misal saat ini anda sedang berkendara, kamera depan merekam aktifitas anda sedang nyetir, sementara kamera belakang mereka situasi sekitar. Sementara itu mic merekam pembicaraan anda yang mungkin dengan istri, anak atau teman. Dan gps merekam lokasi anda saat ini. Lalu apa yang bisa diberikan AI setelah informasi tsb didapat? AI bisa saja memberikan rekomendasi tempat 500 meter kedepan yang sesuai kebutuhan anda (karena sudah menganalisis profile anda), atau bisa juga AI memberikan teguran, agar anda konsen dalam menyetir, karena menurut analisis AI, anda tidak konsen dalam berkendara. Dan masih banyak implementasi teknologi AI kedepan.

Seperti sebuah pisau, teknologi AI juga bisa dimanfaatkan untuk hal negatif. Bagaimana jika saya berhasil menyusupkan Malware ke perangkat anda, lalu data tersebut saya kirim ke server AI milik saya, dan AI yang saya buat memberikan perintah hal negatif ke anda melalui handphone yang anda gunakan. Itu dalam lingkup kecil, lalu bagaimana kemampuan mengkolekting data dalam lingkup besar, atau Super Big Data dimana semua aktifitas anda yang disimpan lalu dianalisis sehingga menghasilkan kesimpulan psikologi, mental dan lain-lain, kemudia disummary dalam satu wilayah demografi yang populasinya jutaan. Maka bisa dipastikan, suatu wilayah tersebut akan sangat mudah direkayasa sosial, bisa saja situasi sosial dibuat adem, atau sebaliknya, bisa saja dibuat chaos atau kerusuhan.

Saat ini pemilik informasi seperti dewa, bahkan anda ngentut, AI mampu menganalisis, apakah menimbulkan polusi udara atau sekedar polusi suara.

Lalu bagaimana kita bisa lepas dari AI dan kembali ke fitrah manusia?, sederhananya, jangan pakai handphone dan diam di goa.

Done

!!

 




Isi Komentar :
  • Hari ini 12 juni, tahun 1964 Nelson Mandela divonis penjara seumur hidup
  • Concorde melakukan penerbangan perdananya (24 Mei 1976) dari London ke Washington, D.C ...
  • Pembalap rockie Yamaha, Vinales, menyabet gelar pertamanya di seri MotoGP perdana 2017 di Qatar
  • Ferrari akhirnya memecah kebuntuan setelah pembalapnya Vettel menjuarai GP perdana di musim 2017
  • Hari ini (21/2), 41 tahun silam Presiden Soekarno Umumkan Reshuffle Kabinet Dwikora pada thn 1966

4826985

Pengunjung hari ini : 323
Total pengunjung : 1053539
Hits hari ini : 711
Total Hits : 4826985
Pengunjung Online : 5
Apa yang Anda harapkan di 2024 ?

Lihat Hasil Poling